Proses Pembelajaran

Sejak berdiri tahun 1993, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FK UMY) dalam pelaksanaan program pendidikan sarjana kedokteran telah menggunakan beberapa metode pembelajaran. Prodi Pendidikan Dokter FKIK UMY pada tahun ajaran 1993/1994 hingga 1999/2000 melaksanakan kurikulum pendidikan dengan metode pembelajaran konvensional berupa teacher centered, dan mulai tahun ajaran 2000/2001 melakukan inovasi kurikulum yaitu adanya penambahan ilustrasi atau diskusi kasus klinik, baik di  dalam perkuliahan maupun praktikum. Prodi Pendidikan Dokter pada tahun ajaran 2002/2003 mulai menerapkan metode PBL-hybride atau partial-PBL  dengan mengambil  suatu topik dalam sistem konvensional yaitu ketrampilan medik untuk diberikan dengan pembelajaran PBL  secara terintegrasi .

Pada akhirnya mulai tahun ajaran 2004/2005, Prodi Pendidikan Dokter mengimplementasikan metode Problem-Based Learning (PBL) secara penuh dalam kurikulumnya berdasarkan keputusan Rapat Senat tanggal 13 April 2004 dan  SK Dekan FKIK UMY No. 45/SKFK-II/VII/2004.

Metode PBL dengan kriteria SPICES (Student centred, Problem based, Integrated, Community oriented, Elective dan Systematic),  bertujuan menyiapkan mahasiswa sebagai lifelong learner atau pembelajar sepanjang hayat sehingga di masa mendatang  dokter  terlatih dalam mengambil langkah-langkah menghadapi permasalahan dan pemecahannya.

Setiap blok melibatkan berbagai  departemen yang ada di FKIK UMY dan mempunyai bobot SKS tertentu sesuai alokasi kegiatannya yang  secara detail tertulis dalam buku panduan blok. Dalam metode PBL kegiatan belajar mengajar meliputi :

  1. Tutorial
  2. Kuliah
  3. Praktikum
  4. Ketrampilan klinik
  5. Komuda
  6. Konsultasi
  7. Belajar mandiri
  8. English hours
  9. Mentoring
  10. Soft skills
  11. Mini simposium
  12. Karya Tulis Ilmiah
  13. Interprofesional Education
  1. Tutorial

Tutorial adalah diskusi kelompok kecil di mana setiap kelompok beranggotakan sekitar 10-15 mahasiswa dan dibantu oleh satu tutor yang bertugas sebagai fasilitator. Jumlah anggota sebaiknya dibatasi tidak terlalu banyak karena akan mengurangi kesempatan setiap anggota untuk mengemukakan pendapatnya, atau terlalu sedikit karena akan terlalu banyak perdebatan sehingga kurang efektif untuk berdikusi. Dalam modul skenario  terdapat tujuan belajar dalam bentuk tujuan instruksional yang harus dicapai oleh mahasiswa selama proses tutorial.

Tutor akan membantu mahasiswa dalam diskusi untuk mencapai tujuan belajar tanpa harus benyak mengintervensi diskusi maupun memberikan penjelasan panjang lebar. Agar lebih memahami alasan klinis dalam memecahkan masalah, dalam berdiskusi mahasiswa menggunakan metode  atau langkah seven jump yang dikombinasi dengan metode CBL (Case Based Learning) yang terdiri dari :

  1. Mengklarifikasi istilah atau konsep.
  2. Menetapkan masalah.
  3. Menganalisis masalah.
  4. Menarik kesimpulan dari langkah ke-
  5. Menentukan tujuan belajar.
  6. Melakukan belajar mandiri sesuai dengan tujuan belajar yang telah ditetapkan.
  7. Melakukan sintesis dari hasil belajar mandiri.

Langkah-1 sampai 5 dilaksanakan pada pertemuan pertama sedangkan langkah-6  dan 7  pada pertemuan kedua. Dalam tutorial, mahasiswa dituntut aktif dalam diskusi, aktif mencari informasi untuk memecahkan masalah yang dihadapinya baik secara mandiri maupun kelompok. Tutorial merupakan komponen pokok dalam pembelajaran PBL, dimana semua aktivitas dalam tutorial tersebut akan dievaluasi.

Tutor dalam diskusi bertugas mengarahkan mahasiswa untuk mencapai proses dan tujuan belajar yang telah ditentukan, tidak dibenarkan apabila tutor memberikan kuliah pada waktu diskusi mengalami kemacetan. Tutor memotivasi mahasiswa agar berani mengemukakan pendapat atau analisanya. Tutor  melakukan fungsinya dengan mengacu pada buku panduan tutor yang selalu dikaji ulang dan disosialisasikan sebelum kegiatan blok dan tutorial berjalan. Buku panduan tutor dan skenario tutorial disusun oleh tim blok dengan melibatkan bagian terkait sesuai tujuan belajar blok.

 

  1. Kuliah

Kuliah dalam metode PBL bertujuan mendukung modul skenario dan memberikan hal-hal yang bersifat konseptual, mutakhir serta menambah penganyaan pengetahuan bagi mahasiswa, sehingga waktu kuliah dapat juga dialokasikan  kesempatan kepada mahasiswa untuk aktif. Pada sesi kuliah diharapkan lebih interaktif dengan melibatkan partisipasi aktif baik berupa diskusi atau  ada kesempatan bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil diskusi.

Kegiatan kuliah disesuaikan dengan kebutuhan blok dan  tidak sekedar  menjawab pertanyaan yang muncul dalam diskusi tutorial. Topik-topik perkuliahan dalam blok menyesuaikan tema dan tujuan belajar blok.

 

  1. Praktikum

Praktikum bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengetahuan yang sudah didapat dan menambah ketrampilan mahasiswa bekerja di laboratorium. Kegiatan praktikum di setiap blok  mendukung modul dan skenario sehingga mahasiswa lebih memahami berbagai konsep dan teori untuk mencapai tujuan belajar.

Sebaran topik praktikum dan panduan atau petunjuk praktikum disusun bagian terkait sesuai dengan tema dan tujuan belajar blok.

 

  1. Ketrampilan Klinik

Kegiatan ketrampilan klinik melatih mahasiswa dengan menggunakan model-model pembelajaran yang ada seperti manequine, phantom, pasien simulasi, dan lain-lain. Kegiatan ini dilaksanakan secara dini, kontinyu serta terintegrasi dalam setiap bloknya. Sebaran topik ketrampilan klinik dan  panduan atau petunjuk ketrapilan klinik disusun bagian terkait bersama bagian ketrampilan klinik dengan tema dan tujuan belajar blok.

Ketrampilan klinik  yang dipelajari dan dilatih di laboratorium klinik (skill labs) merupakan salah satu kompetensi inti pendidikan dokter, sehingga mahasiswa perlu berlatih terus menerus untuk menguasai suatu kompetensi yang ditentukan pada setiap tahapan belajar baik selama jam kegiatan yang sudah terjadwal maupun di luar itu dengan atau tanpa bantuan instruktur.

 

  1. Komuda

Komuda (Koass Muda) adalah kegiatan lapangan baik di masyarakat, puskesmas  maupun rumah sakit yang  bertujuan memberikan pengalaman belajar secara nyata dan lebih awal,  sehingga mereka dapat melihat dan membandingkan antara kondisi di Kampus dengan kondisi yang sesungguhnya di lapangan (early clinical exposure).

 

  1. Konsultasi Pakar

Konsultasi pakar dilaksanakan bila ada masalah atau kesulitan dalam diskusi tutorial. Waktu konsultasi bisa pada saat perkuliahan atau di luar perkuliahan,  sesuai kesepakatan antara mahasiswa dengan pakar. Penanggungjawab blok akan menginformasikan pakar yang ditunjuk untuk konsultasi pakar.

 

  1. Belajar Mandiri

Belajar mandiri atau self directed learning (SDL) merupakan salah satu kriteria pokok keberhasilan pembelajaran PBL untuk menyiapkan mahasiswa sebagai lifelong learner. Belajar mandiri dilaksanakan dalam rangka mencari informasi dari tujuan belajar yang sudah ditetapkan bersama pada pertemuan pertama tutorial. Belajar mandiri dilakukan pada waktu luang di luar kegiatan kuliah, tutorial maupun praktikum dengan cara belajar ke perpustakaan atau internet, membaca journal atau text book, konsultasi pakar atau menggunakan sumber belajar yang lain di skill lab dn lain sebaginya.

Sesuai prinsip PBL, maka belajar mandiri ini dalam rangka memacu active learning mahasiswa dan lebih difokuskan pada deep learning sehingga dalam belajar mahasiswa harus mengutamakan pemahaman suatu topik, kontens atau materi tertentu jadi tidak sekedar  hafalan. Mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar sesuai yang diminati dan dibutuhkan untuk menunjang belajar mandiri tersebut.

 

  1. Mentoring

Mentoring adalah kegiatan tatap muka dosen dengan mahasiswa yang diselenggarakan di dalam kelas tetapi di luar beban SKS. Mentoring diselenggarakan pada setiap blok dengan topik utama etikolegal perilaku dokter dengan contoh-contoh kasus-kasus etik dan hukum kedokteran yang menarik yang pernah/mungkin terjadi dalam praktek klinis.  Mentoring etikolegal perilaku dokter ini, diselenggarakan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan area-7 yaitu Kompetensi Etika, Moral, Medikolegal dan Profesionalisme serta Keselamatan Pasien.

 

  1. Soft skills

Untuk meningkatkan daya saing lulusan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY mewajibkan mahasiswa mengikuti pembinaan soft skills. Pembinaan soft skill mahasiswa dilakukan dalam bentuk Softskill Training yang bersifat wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY. Pemberi pelatihan adalah CDC – Career Development Center UMY.

Ada 8 modul yang  dibuat dan diberikan  secara bertahap, yakni 1 modul per semester. Modul yang ada meliputi: 1) Program pengembangan kepribadian mahasiswa yang terdiri dari Smart Thinking, Pelatihan Manajemen Diri, Pelatihan Komunikasi Efektif, Pelatihan Problem Solving dan Decision Making  dan 2) Program pengembangan kemandirian, yang meliputi : Pelatihan Kohesifitas Personal dan Sosial, Pelatihan Tim Sinergi, Pelatihan Job Hunting, serta Pelatihan Wirausaha.

 

  1. Mini simposium

Mini simposium merupakan kegiatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan mahasiswa atas topik-topik yang sedang up to date.  Kegiatan mini simposium dapat diikuti oleh mahasiswa dari angkatan pertama sampai angkatan terakhir. Pembicara dalam mini simposium adalah dosen tetap FKIK UMY sesuai dengan bidang keahliannya.

 

  1. Kompetisi Karya Tulis Ilmiah

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY memfasilitasi mahasiswa mengikuti kompetisi Karya Tulis Ilmiah baik dalam event nasional maupun lokal. Mahasiswa yang berminat, dipersiapkan mulai dari pemilihan atau penentuan judul, penulisan proposal, pembimbingan hingga pendampingan saat kompetisi. Penyusunan Karya Tulis Ilmiah merupakan kewajiban bagi setiap mahasiswa dan sebagai syarat lulus Tahap Pendidikan Sarjana Kedokteran

 

  1. Interprofesional Education

Interprofesional Education adalah pembelajaran suatu kasus berkolaborasi dengan mahasiswa prodi di FKIK lainnya yaitu Prodi Kedokteran Gigi, Prodi Farmasi, Prodi Ilmu Keperawatan. Dengan kegiatan ini diharapakan mahasiswa bisa bekerjasama dan berkolaborasi dengan profesi kesehatan lainnya secara terintegrasi.